Kotak kayu buruk terletak elok di ruang senyap,
Sebuah tubuh kecil yang lama terkurung dalam ruangan,
Mula letih, rimas, lemah tak berdaya mencari satu cahaya,
Suara kecil Si tubuh kecil yang terbatuk bernafaskan habuk,
Termangu,
Dia sudah letih,
Dia sudah lemas,
Tak berdaya meronta dalam pekatnya gelita,
Tak berdaya menjerit di ruangan sempit yang sangat senyap,
Lalu terbaring lemah di suatu sudut yang dia tak pernah dapat melihat.
Merasakan diri seolah buta dan kewujudan tak pernah terasa,
Perlahan,
Tangan kanan erat menggengam bahu kiri.
Dirasakan cairan panas mengalir dari mata.
Kini tubuh yang dulunya rakus mencari jalan keluar,
Lemah, jatuh, hilang segala kuat yang pernah bingar,
Sedang terjatuh, Terdengar suatu suara.
Suara yang menjerit namun dengarnya sayup.
Si tubuh kecil bangun bingkas.
Ia jeritkan, "Di mana lenyapnya bintang yang dulunya terang!"
Terasa sebuah kotak kayu di penjuru kiri,
Terasa sebuah kotak kayu di penjuru kiri,
Meraba kekunci kotak lalu merungkainya.
Tak pernah ia terfikir ingin bukanya,
Kotak yang terungkai terbuka diterangi cahya terang,
Dilihat kedalamnya, rupanya sebuah jalan keluar,
Ia keluar dan akhirnya temukan cahya yang dicari,
Rontaan berdekad seolah terurai,
Perih, serik, pedih, tangis masih tetap terbuku,
Diri pernah terbungkam sembam jadi memori.

No comments:
Post a Comment